Program FOLU Net Sink YBKK Mendapat Dukungan Penuh Perhutani Banyuwangi Barat

    Program FOLU Net Sink YBKK Mendapat Dukungan Penuh Perhutani Banyuwangi Barat

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat menerima kunjungan Prof. Dr. Elizabeth Anita Widjaja seorang pakar bambu Indonesia yang telah lama berkontribusi dalam penelitian dan konservasi bambu dalam program FOLU Net Sink 2030 yang dijalankan Yayasan Bumi Karuhun Kadudampit (YBKK), kunjungan tersebut diterima dengan baik oleh Administratur KPH Banyuwangi Barat di ruang kerjanya di Kantor Perhutani Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 34 Banyuwangi Barat, pada Kamis (23/04/2026).

    Prof. Dr. Elizabeth Anita Widjaja menyampaikan Yayasan Bumi Karuhun Kadudampit (YBKK) saat ini sedang mengembangkan Kebun Koleksi Bambu Indonesia yang berlokasi di Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini dirancang sebagai pusat konservasi, penelitian, pendidikan, dan pengembangan pemanfaatan bambu secara berkelanjutan.

    “Dalam tahap pengembangannya, YBKK menargetkan pengumpulan dan penanaman berbagai jenis bambu dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman bambu nasional, ” tutur Prof. Dr. Elizabeth.

    “Inisiatif ini juga merupakan bagian dari dukungan pelaksanaan program FOLU Net Sink 2030 yang dijalankan YBKK, khususnya dalam penguatan rehabilitasi, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengelolaan bentang alam berkelanjutan, ” ujarnya.

    “Dalam kawasan hutan kelola Perhutani Banyuwangi Barat terdapat beberapa petak yang berisi bambu, untuk itu kami minta ijin dan memohon dukungan untuk mempelajari koleksi dan pengelolaan bambu di Arboretum Glenmore, Hutan Soko dan Hutan Licin, ” ungkapnya.

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, Muklisin menyambut baik kedatangan pakar Bambu Indonesia yaitu Prof. Dr. Elizabeth untuk melakukan kegiatan mempelajari bambu diwilayah kerjanya.

    “Arboretum Bambu KPH Banyuwangi Barat berada di Petak 48k RPH Gunungsari BKPH Glenmore dan sebaran bambu yang berada RPH Soko dan Licin dalam kawasan hutan lindung Petak 1d, ” ujar Muklisin.

    “Kami harap hasil dari penelitian ini membawa dampak positif pada kegiatan pengelolaan hutan yang dilakukan oleh Perhutani dengan prinsip hutan lestari masyarakat sejahtera, ” pungkasnya,

    Octavia Ramadhani

    Octavia Ramadhani

    Artikel Sebelumnya

    Sinergi Perhutani Lawu Ds dan Pemkab Ponorogo...

    Artikel Berikutnya

    Upaya Konservasi Keanekaragaman Bambu YBKK...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polri Kawal Ketat Massa Buruh May Day 2026 ke Jakarta
    Berita Acara Riklap Lisdes Dalam Kawasan Hutan Ditandatangani Perhutani Banyuwangi Barat
    Pemeriksaan Lapangan Lisdes Dalam Kawasan Hutan Perhutani Banyuwangi Barat
    Lisdes Dalam Kawasan Hutan Mendapat Dukungan Penuh Perhutani Banyuwangi Barat
    Perkuat Keamanan Aset Negara, Baharkam Polri dan Kemenko Polkam Evaluasi Pengamanan Obvitnas

    Ikuti Kami