Naikkan Produksi Getah Pinus Perhutani Banyuwangi Barat Dengan Natasarung

    Naikkan Produksi Getah Pinus Perhutani Banyuwangi Barat Dengan Natasarung

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat dalam rangka menaikkan produksi getah mempunyai langkah jitu dengan menggiatkan program Natasarung yaitu menaikkan talang sadap dan tempurung yang merupakan inovasi Perhutani Banyuwangi Barat dengan memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana penyadap pinus termasuk dalam hal ini adalah memberikan teknik cara penyadapan pohon pinus sesuai dengan ketentuan dalam Petunjuk Kerja Sistem Manajemen Perhutani (PK-SMPHT), natasarung dilakukan kepada penyadap Tempat Penimbunan Getah (TPG) Beringin Petak 14g RPH Kalibarumanis BKPH Kalibaru, pada Sabtu (25/04/2026).

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, Muklisin mengatakan bahwa metoda menaikkan talang sadap dan tempurung pada sadapan pinus ini merupakan sebuah upaya bagaimana penyadapan pinus ini dapat meningkat sesuai dengan harapan untuk memenuhi target produksi getah pinus.

    “Tentunya kegiatan ini harus diikuti dengan langkah berikutnya, misalnya penyadapan ini harus dilakukan secara rutin mulai dari koakan pada pohon, pemasangan talang sadap, pemasangan tempurung, getah diunduh sampai dengan pemberian stimulansia bila diperlukan, ” ujar Muklisin.

    Asisten Perhutani (Asper) Kalibaru, Ruspandi Salasa juga mengatakan bahwa Natasarung ini akan mendapat pengawalan langsung olehnya beserta jajaran mulai dari KRPH sampai dengan Mandor Sadap dengan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.

    “Harapannya adalah peningkatan produksi getah pinus sesuai dengan target yang ditentukan dimana secara logika adalah kalau produksi meningkat maka pendapatan masyarakat disekitar hutan yaitu penyadap akan meningkat juga, ” tutur Ruspandi.

    Pak Yas penyadap TPG Beringin mengucapkan terimakasih kepada Perhutani yang telah memberikan sarana dan prasaranan untuk sadapan pinus seperti talang sadap, pantek sadap dan tempurung, bahkan selama ini kami juga diberikan alat untuk membuat koakan pada pohon pinus untuk disadap yaitu banci atau pathel.

    “Dengan alat yang selengkap itu kami yakin akan lebih meningkatkan produksi getah pinus toh selama pihak yang paling diuntungkan bila getah meningkat adalah kami para penyadap yang merupakan mata pencaharian masyarakat disekitar hutan seperti kami, ” tegas Pak Yas.

    Octavia Ramadhani

    Octavia Ramadhani

    Artikel Sebelumnya

    Perkuat Keamanan Aset Negara, Baharkam Polri...

    Artikel Berikutnya

    Materi Kehutanan Perhutani Banyuwangi Barat...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polri Kawal Ketat Massa Buruh May Day 2026 ke Jakarta
    Berita Acara Riklap Lisdes Dalam Kawasan Hutan Ditandatangani Perhutani Banyuwangi Barat
    Pemeriksaan Lapangan Lisdes Dalam Kawasan Hutan Perhutani Banyuwangi Barat
    Lisdes Dalam Kawasan Hutan Mendapat Dukungan Penuh Perhutani Banyuwangi Barat
    Perkuat Keamanan Aset Negara, Baharkam Polri dan Kemenko Polkam Evaluasi Pengamanan Obvitnas

    Ikuti Kami